Menu Navigation

Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

09 January 2016

Ritme Hidup


Pernahkah kalian merasakan bahwa ritme hidup kita semakin melambat seiring bertambahnya usia? Atau memang itu menjadi fase hidup saya atau kebanyakan manusia di muka bumi ini? Saya merasakannya dan memikirkannya ketika terjadi tingkat perubahan dalam periode tertentu dimana semuanya menjadi serba slow motion.

Selepas lulus kuliah saya kemudian bekerja di sebuah perusahaan Jepang di bidang subkontraktor telekomunikasi di Jakarta. Ritme kerja disini bisa dibilang serba cepat. Penggambarannya bahwa dalam 1 jam saya harus mengerjakan surat /email sejumlah 10 kemudian menerjakan delivery order 10 juga kemudian menerima telepon, komplain dan lain lain dan lain lain :D

Pindah dari Jakarta saya bekerja di kota Semarang. Kultur 2 kota ini beda ! Di Semarang lebih santai dalam hal waktu. Bisa jadi penyebabnya karena di kota ini jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lain masih bisa terukur. Jadi kenapa harus buru-buru. Hihihi.... Dan ritme hidup saya turun 1 step :D

Dari Semarang pindah ke Surabaya mengharuskan saya kost karena berpisah dari suami di Semarang dimana di Semarang adalah tempat tinggal kami. Jadi anak kost lagi setelah merasakan hidup di rumah sendiri itu mengharuskan saya men-skip aktivitas di rumah yang biasa saya kerjakan. Okey...banyak waktu luang berarti ritme hidup menjadi lebih slow lagi :D 

Terakhir yang sempat saya rasakan ketika sempat hamil dan terjadi perubahan secara fisik. Hamil itu berarti kita harus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam tubuh. Maunya cepat tapi fisik tidak mendukung. Maunya ke tempat itu tapi tidak bisa. Mau ga mau saya harus "mengulurkan tali ini menjadi lebih longgar, ga bisa strict dalam hidup" hahaha. Dan semuanya menjadi lebih lambat lagi :D

Dan tau ga, sebenarnya kejadian-kejadian yang saya ceritakan itu bukan menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika saya tidak bisa mengembalikan ritme hidup itu ke tempat semula di awal. Iyaa..itu masalahnya *tepok jidat.

Jadi,  saat ini saya sedang dalam fase untuk memantau ritme hidup dan memantaince otak saya supaya tetap bekerja dengan optimal. Abaikanlah itu faktor gadget, faktor sosial media yang banyak menyita waktu, faktor umur, faktor umur dan faktor umur hahahha..... Bagaimana dengan kamu? :D


25 December 2011

Hidup tak pernah begitu simpel

Source
 Pertanyaan yang selalu ada di otakku ini adalah apa si tujuan orang hidup? Kalau cuma bangun pagi, makan, kerja, nonton tv dan kembali tidur. Begitu terus setiap hari. Oke mungkin orang akan coba memaknai libur kerja dengan travelling atau berkunjung ke tempat lain pada akhir weekend. Selepas itu? Kembali ke rutinitas sehari-hari. Dalam pekerjaanpun semakin simpel pekerjaan maka akan semakin kita mempertanyakan eksistensi kita. Semuanya berasa meaningless, bosan dan tidak menantang. Ih separahkah itukah?
Ya mungkin itulah kenapa kerumitan terjadi di muka bumi ini. Kenapa si orang-orang pada mau antri panjang beli BB padahal dia bisa beli smartphone yang bisa juga untuk online messenger (YM , Gtalk dll) dan juga push email? Dengan harga yang bahkan jauh lebih  murah. Sama kan fungsinya? Jawabannya rumit. Karena biar gaya, biar bisa BBM-an. Okelah BBM memang gada di handphone lain. Tapi sepanjang aku punya BB, daftar kontak BBM hampir semuanya sama dengan kontak di YM, GTalk,Whatsapp, facebook dan twitter. Dan komunikasi sebenarnya bisa jalan di berbagai arah. Sesimpel itu.
Namun, hidup tidak akan menarik sepertinya jika kita memandang sesuatu secara amat sederhana, atau kita harus membuat kerumitan itu sendiri sehingga tidak sesederhana yang kita bayangkan? Tapi banyak orang menganjurkan kepada kita untuk hidup sederhana dan tidak berfoya-foya. Namun foya-foya itu terkadang membuat kita begitu bersemangat dalam menjalani sesuatu. Nah semakin rumit kan? :P
Baiklah daripada tulisan ini berlanjut tanpa ada kesimpulan, marilah kita menjalani hidup kita dengan sebaik-baiknya pemikiran kita dengan penuh pertimbangan dan tujuan. Ibarat pepatah "Banyak Jalan Menuju Roma", tinggal pilih saja mau jalan terdekat supaya cepat sampai atau jalan berliku yang menyajikan pemandangan yang indah. Kalau aku? Maunya si jalan terdekat tapi penuh dengan pemandangan yang indah. Hihihihi......


24 December 2011

Seni Membaca

Wah ...akhirnya pecah telur setelah sekian lama ga nulis di blog ini ^_^. Sungguh mood sangat berperan dalam menulis atau bahkan cuma sekedar curcol di blog ini. Dan tahu kenapa mood menulis itu muncul? Aku lebih banyak membaca buku akhir-akhir ini. Berawal dari waktu luang, aku mencari kesibukan yang sungguh ingin sangat-sangat berarti ketimbang jalan-jalan di mall atau kesibukan seorang emak-emak di rumah :D (maaf bukan maksud meng-underestimate-kan). Jalan-jalan di toko buku itu ternyata mengasyikkan! Agak rewind sedikit, kenapa bisa sampai menyempatkan jalan ke toko buku. Awalnya dari twitter aja si. Banyak orang-orang hebat yang juga penulis dan banyak orang membahas mengenai buku-buku best seller. Akhirnya minat banget mengunjungi book store ;)
Dan memang harus saya akui kalau membaca buku orang-orang hebat itu sangat menyenangkan. Aku lebih melihat dari cara mereka memandang sesuatu hal. Sangat out of the box! Kita di ajak untuk bertamasya di otak kita sendiri. Hehehe. Okelah setelah membaca "Kicau Kacau" nya Indra Herlambang, "100 Langkah untuk tidak Miskin" nya Ligwina Hananto, "Mimpi Sejuta Dollar"nya Merry Riana dan sekarang "Your Journey To Be The Ultimate U" nya Rene Suhardono aku benar-benar ketagihan membaca. Meski kebiasaan membaca ini tidak aku tanam dari kecil dan baru sekarang, aku berharap punya semangat dan pemikiran seperti penulis-penulis itu.
Mari membaca ^_^

06 April 2011

motion sickness

Berada dalam taksi sendirian tiap hari sebenarnya sangat tidak aku sukai. Tapi dikarenakan aku harus mobile tiap hari dari kantor menuju tempat klien yaitu sebuah operator telekomunikasi plat merah, maka aku memanfaatkan fasilitas kantor untuk menggunakan voucher taksi. Tak banyak yang aku lakukan dalam perjalanan yang memakan waktu sekitar setengah jam ini. Selain telpon, maen hape untuk berinternet, atau ngobrol dengan pak supir yang duduk di muka :D
Sekali waktu pernah mencoba untuk membuka laptop karena harus melihat data dari komputer. Yang terjadi adalah rasa mual yang tak terkira. Prasaan naik bus ekonomi pun tidak semual ini deh (ga truk sekalian perbandingannya? )
Jadi setelah mencari informasi aku menemukan istilah motion sickness yaitu mabuk kendaraan saat kita berada dalam kendaraan yang bergerak. Saat mata tertuju pada objek benda yang diam seperti kursi di depan kita atau laptop, otak akan bingung dalam mengkoordinasikan pancainderanya karena pada saat yang sama telinga mendengar suara angin dari luar atau gesekan ban mobil dengan aspal yang menandakan adanya pergerakan.
Jadi alih-alih mual melihat objek dalam kendaraan, lebih baik melihat orang-orang berkativitas di luar sana dengan berbagai profesinya. Atau jika tidak, mendengar curhat dari pak supir soal keluarganya bahkan sampai soal negara (hohoho berasa jadi wakil rakyat kalo gini).

21 March 2011

souvenir nikah , session kondangan with my nephew

Minggu kemarin habis kondangan ke tempat sodara bersama suami, mertua dan keponakanku yg baru umur 3,5 th, sementara mamahnya bebas tugas sementara ...hahaha.
Pulang kondangan kita dapat souvenir ini
 "Tante ini apa?". Mikir...hmm tempat hape kok ya kecil gini, tempat tissue terlalu maksa. "Ini tempat duit sayaang, nanti dimasukkin kesini duitnya " Ngasal sambil nunjukkin dalemnya.
Sampai rumah si kecil lari ke mamanya. "Mah, tadi dapet ini......buat tempat uit...di isi mahhhh di isi....."
Mamanya bingung, "kok minta mama, sana ke eyang, mama ga punya duit". Larilah dia ke eyang putri nya.
"Yang, di isi dunk yank, di isi uit..." Eyangnya tambah bingung, " Apa si ini, sapa emangnya yang ngajari kalo ini tempat duit? Eyang gada duit".
Dan dari kamar Tante nya sungguh tidak bisa menahan tawa melihat semua ini. "Tante yang ngasih tau tadi Yang". Eyangnya pun cuma bisa tertawa kecut ...kakakaka.
"Ya sudah sini sayang, Tante kasih koin ya, 1,2,3...7. 700 rupiah." Dan si kecil pun tersenyum dengan senangnya sambil ngitung-ngitung koin yang didapet.
Pelajaran moral buat Tante nya, jangan pernah iseng ma anak kecil. Harus konsekuen dengan yang diucapkan :D

31 January 2011

Jual bensin dimana?

Di sebuah jalan kecil menuju kos ku di Surabaya, seorang cowok dengan motornya berjalan di sebelahku  yang sedang mengendarai motor pula sambil bertanya dengan tampang memelas, jual bensin dimana ya mbak? Aku yang tidak mendengar jelas perkataanya bertanya apa? Dia melepaskan helmnya sambil menepi ke kiri. Eits tunggu dulu, keknya pernah liat ni orang. Iya orang ini pernah menanyakan hal serupa di jalan yang sama pula.

Saat itu aku dengan berprasangka baik menunjukkan pom bensin di jalan besar, tapi dia bilang dompetnya ilang, ga punya duit. Trus mo pinjem duit 5 ribu pa berapa gitu. Berhubung adanya 10 ribu aku kasih aja sambil bilang udah mas ga usah dibalikin bawa aja. Serem aja orang asing ini ntar cari-cari aku buat balikin duitnya.
Eh sekarang kok ketemu lagi dengan pertanyaan yang sama. Ni orang yang jelas udah lupa pasti ma aku, karena bisa jadi udah berapa orang yang berbeda menanyakan hal yang sama. Tapi yang jelas aku masih inget bener modus dan wajahnya itu. Untung ada motor dibelakangku yang mengklakson aku, jadi aku langsung tancap gas aja meninggalkan dia. Oalah mas mas..cari duit jangan kek gitu kale.

27 November 2010

Manusia Plastik


Lagi di Taxi, ngeliat orang ketawa-ketawa sendiri sambil selonjor di pinggir jalan di Surabaya jadi inget kampung halaman dulu. Ya fenomena orang gila atau bahasa halusnya orang yang terganggu jiwanya.

Di kota besar seperti Surabaya and Semarang jarang aku ketemu orang-orang ini. Kalo di Tegal my hometown banyak banget tuh. Di emper-emper toko Jalan Veteran bisa berjejer-jejer di situ bikin takut orang yang mo lewat. Termasuk aku dan mbak ku jaman kecil dulu. Sampai menghindar-hindar kalo jalan lewat situ. Pernah kejadian juga jaman SMU pas pulang sekolah, ada orang gila ini selonjoran depan rumahku. Alhasil aku lari terbirit-birit ke rumah temen. Mana pintu dikunci dari dalem rumah pula. Jadinya nunggu deh sampe orang itu pergi. Ada temen di Semarang bilang kalo orang-orang yg terganggu jiwanya di kota Tegal ini adalah buangan dari kota Semarang. Masak si? Sapa yang buang ya? Masak dari suatu instansi? Jadi pake truk di angkut trus dpindah ke kota laen, termasuk kota Tegal ini. Kok gitu ya? Kalo ada orang-orang seperti siapa sebenernya yang paling bertanggung jawab dunk? Tapi ga tau bener apa ga cerita ini. 

Satu pengalaman lagi membekas di ingatan, jaman SD dulu di Garung Wonosobo. Ada satu orang yang terganggu jiwanya. Entah darimana berasal, dia menempeli bajunya dengan plastik-plastik sampai penuh. Dan kita pun menyebutnya 'Manusia Plastik'. Hehe..ada-ada aja. Bahkan dengan gangguan jiwa, dia masih bisa kreatif. Biasa dia 'ngetem' di depan SD ku, di bundaran sampai deket pasar Garung. Ya sudah pastilah kita ketakutan.

Bicara serius soal hal ini, sungguh memilukan ketika orang-orang ini kehilangan hak hidupnya untuk melakukan banyak hal termasuk beribadah dan hidup layak. Entah harus menempatkan mereka di posisi mana di dunia ini dan di akhirat nanti, semoga mereka tidak dijadikan kaum yang terbuang. 

24 November 2010

Kompromi

Ada sebuah dialog sebuah film yang aku rekam dalam memori kepalaku. Kira-kira seperti ini:
"Aku memilih dia sebagai suamiku karena aku melihat kesempurnaan di diri nya. Sebab aku orang yang tidak sempurna dan butuh orang lain untuk memperbaiki diriku. I need him because he can fix me. Tapi kenyataannya setelah menikah aku tidak melihat dia sebagai sosok yang sempurna, aku melihat dirinya adalah diriku, sama tidak sempurnanya. Dan aku tidak tahu apa yang terjadi dengan pernikahan kami sekarang ini."

Aku yakin hampir semua wanita mengalami hal ini (sama seperti halnya aku..hehe...sstt suamiku baca ga ya ^_^). Tapi ga separah sampai mempertanyakan pernikahan kalee.
Kadang melihat suami sebagai sosok yang tidak sesuai harapan  emang berasa kecewa banget. Kok gini ya, dulu ga gitu. Kok jadi aku yang lebih tangguh dibanding dia. 

Tapi satu yang aku pelajari selama ini. Bahwa sebenernya yang punya masalah adalah diriku, Kadang susah sekali untuk kompromi dengan kebiasaan-kebiasaan suami. Aku selalu menuntut kesempurnaan padahal suamiku aja ga pernah nuntut aku untuk jadi sempurna. Solusinya si sebenernya simple...Mari Bicara..... Dan suamiku itu type orang yang mau mendengar.
Jadi Mari Bicara dan Mari Mendengar satu sama lain ;)

05 October 2010

alangkah lucunya negeri ini ...


Sedih banget liat film serial "Life Unexpected" nyinggung-nyinggung tentang Indonesia yang jelek. Well..bukan Indonesia disitu yang disebutkan, tapi Bali. Dialognya gini nih :


Baze : Uh-uh, no, no, no. You can't... You can't smoke inside. It's bar rules.
Paige : That's... What I miss about Bali. There, you can smoke at a gas station while holding three babies.
Baze : You're a little crazy, aren't you?


Bayangkan, di Amrik sana untuk sebuah bar aja ada kesadaran untuk melarang merokok. Bagaimana Indonesia? Lihat saja orang-orang sekitar kita.

Kata temen begini : Itu ciri negara berkembang. Orang-orang pada seenaknya dewe. 
Hmmm..kenapa si harus begitu? Ga pemerintah , ga penduduknya pada seenaknya dewe.
Pemandangan lazim banget disini : merokok sembarang tempat, menerobos palang kereta, naek di atas KRL, kerusuhan dimana-mana hanya masalah sepele, kasus tanah yang bukan haknya, naek motor sambil SMS (paling benci banget ma satu ini) dan masih banyak contoh yang lain.

Alangkah lucunya negeri ini, ketika orang-orang bangga banget dengan tabiat buruk mereka. Mereka membangga-banggakan ketika mereka melawan atau melanggar rules yang ada. Orang yang patuh atau orang yang jujur akan di anggap bodoh. Jadi salah dimana?


Jadi ingat ceramah AA Gym dulu : 3 M


* mulai dari hal-hal kecil
* mulai dari diri sendiri
* mulai dari sekarang


Mari kita berubah untuk menuju kebaikan  *serius mode on*

14 May 2010

wanita sukses vs wanita yang mencari definisi sukses

Dari beberapa teman lama yang 'kembali bertemu' di facebook pasti akan mengungkapkan ...wah pakabar sudah sukses ya sekarang....*padahal dalam hati bertanya-tanya, ngliat sukses darimana ya'. Perasaan dari sisi karir biasa aja, masih juga seorang karyawan biasa dari sebuah perusahaan multinational (kali karena perusahaan asing ini yang membuat tampak sukses). Tapi kan banyak orang yang kerja di perusahaan asing, ga cuma aku doank. Yang gajinya berkali-kali lipat dari aku. Aku juga belum menjadi seorang ibu yang telah mempunyai anak dan berhasil mendidik anak-anaknya sehigga menjadi anak yang pintar dan manis. Aku juga tidak memiliki harta berlimpah , karena rumah kami masih dalam cicilan KPR, mobil juga belum punya, berlian  apalagi (hehe...kok ngliatnya harta doank ya...).  Jadi sukses nya dimana?

Ngomong-ngomong soal sukses, jadi inget banget film yang berjudul "Julie & Julia". Critanya Julie Powell yang merasa karirnya mandeg dan iri dengan kesuksesan teman-teman sebayanya. Dia berusaha mencari sesuatu yang tidak membosankan dan bisa membuat hidupnya berubah. Sindrom ini pasti  muncul di antara banyak wanita yang mulai memasuki usia 30 tahun. Mau mencari pekerjaan laen terkadang mentok dengan usia ataupun sudah menikah. Di sisi laen kadang enggan untuk memulai bidang pekerjaan laen karena harus memulai lagi dari awal. Apalagi untuk pekerjaan yang berkaitan dengan performance. Pastinya yang muda yang lebih 'berkilau' ^_^. Ya akhirnya mereka merasa 'terjebak' dengan pekerjaan sekarang ini. Kalo seperti ini definisi sukses jauh banget dari pandangan.

Kalo menurut kenyataan hidup, aku akan merasa sukses kalo aku sudah merasakan kebebasan finansial, sudah bebas dari hutang, sudah punya rumah banyak, sudah punya mobil banyak, sudah punya harta berlimpah. Gila ya kenapa yang ada di pikiran harta semua. Hedon banget deh...kayaknya perlu dikoreksi ni.

Tapi kalo menurut sisi hati terdalam, aku merasa sukses kalo aku bisa berguna bagi orang laen, dan keluarga, kalo aku bisa membantu banyak orang dalam hidup ini. Kalo aku sudah semakin dekat ma agamaku, kalo aku bisa memaknai hidup dengan tidak hanya memandang ke langit saja, tapi juga ke bawah.  Nah ketemu deh...

Kayaknya emang sukses tidak bisa hanya ditemukan dalam kenyataan saja. Perlu ada hati untuk membuat hidup ini semakin sukses.....Sukses untuk semuanya ;)

12 May 2010

baiti jannati


Judulnya kangen banget ama rumah. Kangen dengan suasana rumah, kangen bersibuk ria di dapur, kangen berkebun, dan yang jelas kangen ma penghuninya (baca : suami) ^_^
Jadi cukup menulis aja deh buat ngobati kangen ini.
Baiti Jannati, rumahku surgaku, demikian Rasulullah SAW menggambarkan kesempurnaan sebuah rumah keluarga. Dan bagiku rumahku ini sudah merupakan rumah yang ideal untukku. Kenapa? Ya karena untuk mendapatkannya penuh perjuangan yang hanya kita berdua yang tau.
Well...tunggu deh minggu depan aku kan pulanggg...............

03 February 2010

Kembali ke Blog...Kembali ke bahasa default


Wuihhh...udah lama banget ga nulis di blog (gayaaa...sok exist aja :D)
Saking sibuk nya apa saking ga ada ide ya...ya begitu de...sejak move to Surabaya jadi super sibuk...alias sibuk wira wiri kesana kemari ..... Surabaya - Semarang - Surabaya - Semarang - Tegal - Semarang - Surabaya...wes ga jelas wes...lintas pantura pokoknya.

Banyak hikmah banyak pengalaman banyak temen sejak pindah ke Surabaya dan banyak bahasa...bahasaku yang jelas tambah ga nggenah saiki....
Default si Tegal, cetakan bahasa Wonosobo alias Garung....sempet kecipratan bahasa Sunda and Jakarta...terakhir udah dibumbui Semarang lha malah terakhir di bumbu masak mbek boso Suroboyo...yo opo iki??

"Lah sangger mesih kemutan basa Tegal beleh papa wes...."



*tulisan orang kepengen pulang kerja (lembur mode on)


05 March 2009

Relocation to Surabaya

Mendengar kata relokasi bikin kepala pening memikirkannya sebab aku yang notabene seorang istri yang harus pergi ke Surabaya untuk pindah lokasi kerja, bukan suamiku. Kebayang deh harus pisah ama suami yang biasanya bareng 24 jam karena emang kita sekantor :D . Ditambah kita dah ada rumah di Semarang (yang masih kredit ampe beberapa tahun kedepan), trus lagi berencana banget untuk mendapatkan momongan setelah 1,5 tahun pernikahan kita.
So, yang aku pikirkan sekarang adalah opsi-opsi berikut :
  1. Menerima relokasi ini dan jadi anak kos di Surabaya entah sampai berapa lama sambil berharap dipindahkan kembali ke Semarang (ngarep banget)
  2. Menerima dan pindah Surabaya beberapa waktu sambil cari kerjaan di Semarang (yang aku yakin hari gini susah cari kerjaan di Semarang)
  3. Resign sekarang juga dan jadi ibu rumah tangga (boring ga ya ntar-ntar kalo dah dijalani)
  4. Resign sekarang dan cari kerjaan di Semarang (yang belum pasti) atau memulai untuk bisnis (bisnis apa?)
  5. Suami ikut pindah ke Surabaya (relokasi ato cari kerjaan di sana) dan kita menetap di sana, trus rumah di Semarang di kontrakkan (lumayan buat bayar cicilan :D)
Tapi kalo suruh memilih aku pilih tetap tinggal di Semarang dengan kerjaan sekarang (lho kan gada di opsi ,wuhehehehe).
Yang jelas sampe sekarang aku masih berharap bahwa relokasi ini tidak akan pernah terjadi, soalnya ngebayangin dah “awang-awangen” kata orang Jawa. Tapi kalopun memang terjadi, so its time to move on from ‘comfort zone’ :((

02 March 2009

Desperado Housewives

Beberapa minggu ini banyak teman-teman yang curhat ke aku masalah rumah tangga mereka. Si A curhat soal suaminya yang sangat mengontrol dirinya, si R curhat suaminya jarang mau di ajak jalan. Sementara ada lagi si D yang curhat soal suaminya yang seorang polisi dengan jam kerja yang nyaris tiada libur sehingga suaminya jarang ada di sisinya. Lain lagi dengan pembantuku yang seorang janda. Dia hampir stress memikirkan anak cewek nya yang dipelorotin oleh cowoknya padahal mereka termasuk hidup dalam kekurangan. Dia pun curhat di depanku sambil menangis-nangis. Hmmm…..wanita emang kalo belum curhat belum plong ;)

Dan entah kebetulan or gimana, minggu kemarin suami tercinta memberikan aku sebuah buku “The Real Dezperate Housewives” karangan Asma Nadia. Gara-garanya pas “dapet” bulan kemarin (kata suami sih PMS :D) aku sebel, jengkel dan marah ama suami cuman karena masalah kecil. Sampai bawa-bawa perasaan dan situasi yang garing dalam rumah tangga kita. Hehehe…. Kata suami biar aku ga desperado (istilahku di rumah untuk desperate, ampe suami juga ikut-ikutan :D)

Ya wez deh aku baca buku itu (sebenernya belum selesai baca ;) tapi ada kalimat yang mengena banget dari buku itu. We all have the moments of desperation (Marry Alice, Desperate Housewives). Dari kalimat dan kisah-kisah di buku itu, aku cuma bisa kasih semangat ke orang-orang di sekelilingku termasuk si A, R dan D yang menurutku termasuk kategori desperado housewives ini. Dan dari pengalaman mereka, aku juga banyak dapet masukan sampai aku baru menyadari bahwa suamiku itu dah lebih dari segalanya (weleh pasti suamiku terbang deh). Suami yang sabar, mau nemeni kemana aku pergi, mau nungguin walo aku lagi jalan ama temen, ga protes kalo aku teledor, ga marah kalo istrinya belanja-belanji. Wuhehehe….. Pas aku bilang ke suami gitu dia cuma ngomong kok baru nyadar sekarang? Weleh pelan tapi dalem…. Yah jawabanku cuma simple aja, kadang kita butuh cermin untuk melihat diri sendiri. Jadi pengalaman temen yang desperado aku jadikan cermin aja buat diriku. Kita semua memang punya saat-saat desperado tapi coba lihat di sekeliling dulu, pasti kita akan menemukan jawabannya :D

17 February 2009

Tentang Masa Kecil

Masa kecilku dihabiskan di desa nun terpencil di kota yang super duper dingin yaitu Wonosobo di kecamatan Garung. Jauuuhh banget dari keramaian. Namanya Desa Menjer (hehe seem a weird name ya). Keluargaku cuman punya 2 tetangga, sebelah kiri dan sebelah kirinya lagi itupun jaraknya tidak berdekatan karena halaman rumah yang memang lebar. Depan rumah kami terbentang gunung Sindoro dan Sumbing. Seperti lukisan pemandangan alam saja kalo aku menatap di depan rumah kami. Di depan rumah pula, persisnya di bawah karena jalanan yang turun, terdapat lapangan yang luaaaas banget. Ada bekas bangunan disana. Dulunya dipakai untuk kantor bapak, truz sekarang malah dipake buat kandang sapi (whaaa !@@## jauh banget fungsinya). Ada ladang juga yang digunakan untuk menanam pertanian seperti sayuran dan palawija. Benar-benar suasana desa. Trus di belakang dan samping kanan rumah adalah hutan. Iya...HUTAN ! cuman tembok berkawat duri yang memisahkan pekarangan belakang rumah yang luas dengan hutan di belakang rumah kami. Dulu, jamannya film G30S/PKI aku sampe ga bisa tidur karena ketakutan kalo-kalo ada tentara yang menyerang kami dari hutan belakang rumah (hihihi trauma masa kecil). Kalo dah waktunya malam, belakang rumah gelap pake banget walo dah ada penerangan. Trus yang bikin tambah serem ada background suara jangkrik, kodok, burung hantu dan terkadang anjing hutan. Hiiiiiii.........

Sewaktu SD, aku harus berjalan kaki 20 menit untuk sampai ke sekolah ku. Dan jalan nya bukan sembarang jalan. Berkelok-kelok dan turun. Jadi kalo berangkat sekolah terasa akan lebih cepat karena di samping jalan nya turun juga masih semangat di pagi hari :D. Tapi kalo pulang....wah capek, jadi inget lagu ”Naek naek ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali. Kiri kanan ku lihat saja banyak pohon cemara...” Tapi pohon nya pohon pinus yang membentang sepanjang jalan berkelok ini. Ya mirip-mirip dengan pohon cemara sech...

Sewaktu SMP, disamping jalan 20 menit, aku harus naek angkutan umum sekitar 30 menit menuju kota Wonosobo. Jadi kebayang deh aku berangkat jam berapa. Jam 6.15 itu dah telat nyampe sekolah, sampe-sampe pernah di diemin guru pas laporan di meja dia di depan kelas. Padahal saat itu aku ketua kelas nya. Hahahaha. Alhasil karena di diemin aku langsung aja duduk di bangku ku. Maaf ya bu :D. Oya kalo giliran aku dapat jatah piket kelas aku harus berangkat jam 5:30. Mama ku ampe ga tega ngliatin aku berangkat pagi-pagi buta. Secara hawa disana duingin pake banget. Mirip hawa Puncak gitu deh. Ya persis nya ya hawa Dieng, karena emang deket ma pegunungan Dieng. Kalo dateng lebih dari jam 6.15, harus siap-siap piket di ruang guru dan itupun sudah pernah aku jalani :D.

Semasa SMU, aku dah ga tinggal di Wonosobo. Saat lulus aku memutuskan untuk sekolah SMU di tempat mbah aja di Tegal. Dengan rumah yang jauh di Wonosobo aku kesulitan untuk mengikuti kegiatan ekstra kurikuler di sekolah. Karena kalo sudah maghrib angkutan desa udah jarang banget. Jadilah aku sekarang orang kota, bukan orang ndeso :D. Tapi biar ndeso tidak akan pernah melupakan saat-saat itu. Saat ketika pulang sekolah dan hujan lebat hampir tiap hari, sepatuku yang satu sudah basah di rumah dan agar sepatu yang kupake ini tidak basah aku harus melepas nya alias ”nyeker”. Nyeker di jalan pedesaan tantangannya adalah lintah dimana-mana walopun itu jalan beraspal. Jadi jalannya harus nunduk, bukan karena malu tapi karena takut lintah nempel di kaki ku. Wah bisa kehabisan darah nanti aku :D. Aku juga pernah lari terbirit-birit sambil menjerit karena petir yang menyambar sangat keras. Sampe rumah Mama sampe khawatir ngliat wajahku pucat pasi.

Trus aku pernah melihat segerombolan kera alias monyet di bawah pohon bambu yang rimbun. Bukan satu ato dua, buanyaaakk. Mungkin puluhan lebih. Mereka berjejer di atas pipa besar milik Indonesia Power (dulu PLTA) yang bentuk nya mirip altar. Saat itu mendung dan aku sempat berhenti sesaat, menengok ke belakang, kanan dan kiri dan gada orang satupun. Whuaaaaa....takut setengah mati, untung nya belum mati sech. Mo lari tapi takut dikejar. Akhir nya jalan cepat gitu. Tapi monyet nya baek-baek karena mereka cuman ngliatin aku doank. Hahahaha...kebayang ga sih diliatin berapa pasang mata monyet liar. Habis ketemu monyet gitu truz ketemu anjing hutan. Waktu itu hari jumat, pulang dari latihan Pramuka, jadi dah masuk maghrib. Posisi udah hampir sampe rumah saat tiba-tiba dari arah depan ada gerombolan anjing hutan yang bentuknya mirip serigala gitu. Jumlahnya yang aku inget ada lebih dari 5. Whoaaa...palagi nech. Alhamdulillah ga kenapa-kenapa. Yang keinget ya rasa takutnya itu sech.

Hmmm....ga tau napa akhir-akhir ini inget jaman-jaman kecil dulu. Ah... jadi kepengen maen kesana sebenernya, tapi ga memungkinkan karena banyak hal. Cukup membayangkan aja deh

05 February 2009

Nonton dan Nonton

Akhirnya nonton Gossip Girl dah nyampe Season 2 episode 16, masih nunggu donlotan yang episode 17 nech. Sbenernya nonton serial ini make me crazy. tigapuluh persen good advice dalam hidup, tigapuluh persen life style yang asyik banget and sisa nya madness belaka.
Gimana ga gila, pergaulan bebas and lebih gilanya ketika Dan and Serena memutuskan pacaran sementara ayah Dan and mom nya Serena pacaran juga. Edun ga sih orang2 Amerika ini? Iya kalo pacaran nya ga pake free sex. Ampyun deh. Moral ga penting yang penting kindness, palagi soal agama gada blas, benar-benar ga bisa aku pahami soal yang satu ini. Yah...tapi lumayan lah buat ngisi waktu luang selama idle kerjaan gini. Asal filter otak ku ga bocor aja deh selama nonton ni filem :D

29 January 2009

Acne Menyebalkan

Awalnya karena rambut yang rontok dari jaman baheula (hiperbolik banget yaa…aslinya jaman SMA gitu dan dah coba berbagai perawatan). Iseng-iseng coba minum nature-E (iklan ga yaa) trus kok kayaknya agak mendingan ya. Ya sud tiap hari minum satu biji. Ini juga terkait issue kehamilan :D baca-baca di artikel banyak-banyak minum vitamin E biar subur. Awal nya satu jerawat numbuh, kirain karena mo ‘dapet’ (yach…brarti gagal deh program jadi mom ) besoknya nambah, besok nya nambah lagi di pipi kiri trus ‘dapet’ deh akhirnya. Tapi oups jerawat kayak tambah di ‘pupuk’ aja ya. Hilang satu tumbuh seribu (hiperbolik lagi deh ;)). Trus trus malah banyak banget jerawat n gede-gede. Wah dah ga bener nech. Akhirnya coba konsultasi dokter di Natasha (maksud hati mo chemical peeling karna dah lama ga kesana). Nanya-nanya dokter ternyata smuanya berawal dari si vitamin E itu. Buat kulit ku yang super duper ’kilang minyak’ (hiperbolik kalo ini :D ) kayaknya si vitamin E ibarat pupuk buat nanem. Jadi ga cocok banget. Alhasil ampe sekarang dah ga minum lagi si nature itu and masih berkutat dengan ’buah’ si kelenjar minyak ini alias acne ditambah bonus rambut rontok . Hiks hiks ancur deh

15 January 2009

Hal-hal kecil

Kadang ngrasa ga kalo hal-hal kecil ternyata bisa bikin kita semangat dalam jalanin hidup. Contohnya buka-buka FS dan ‘ketemu’ temen lama. Trus nanya-nanya kabar and saling kirim comment or message. Kita pasti nungguin respon dari mereka. Trus ntar nanya kabar temen-temen yang laen. Ato kalo enggak, kita nanya gimana kabar sekarang, kerja dimana sekarang dah nikah belum, dah punya baby belum (hehe pertanyaan klasik yang kadang bikin kecil hati juga). Dari hal-hal kecil ini, kadang kita melihat temen-temen yang dah sukses karirnya pasti terbersit rasa iri hati dalam diri kita dan bila kita lebih sukses dari yang laen pasti ada rasa bangga dalam hati. Tapi pelajaran moral disini adalah ambil positif nya aja deh. Dengan melihat teman yang sukses, jadikan itu sebagai trigger buat kita untuk lebih berusaha keras. Bahwa orang lain bisa melakukan, so we can do it. Bahwa hal-hal besar dimulai dari yang kecil, maka manfaatkanlah hal-hal yang kecil itu

06 January 2009

GapBlog

Kalo banyak orang yang gaptek alias gagap teknologi, maka aku adalah orang yang gapBlog alias gagap nge-Blog. Wuhehe... Kenapa ya? ga tau deh. Sudah bertahun-tahun (bayangkan ampir 10 tahun) mengenal internet dan the real nya aku kerja di bidang telekomunikasi, teknik pula, yang notabene mengenal network, internet bla bla bla......tapi masih belum tersentuh untuk nge-Blog. Akhir-akhir ini aja agak demen bikin blog karena liat di majalah-majalah and liat blog temen-temen, mulai dari yang curhat ampe jualan......hmmm...iya jualan bo.....
Wah asyik nech kayaknya kalo bisa jualan, stuff yang made in sendiri. But pertanyaan nya jualan apa yaaa....hihihi.... But whatever lah...pikir ntar mo jualan apa, yang penting bikin blog dulu. Lho!@# :D

But anyway...Welcome to my blog...

02 December 2008

Passion Untuk Belajar

Pada awalnya pekerjaan ini membuatku punya passion untuk belajar banyak di bidang ini, bidang yang aku ambil dari awal kuliah. Seharusnya aku beruntung karena bisa bekerja sesuai bidang yang aku ambil di kuliah dulu dan tidak menyimpang jauh. Walaupun kenyataannya aku harus belajar banyak karena pekerjaanku sekarang tidak match benar dengan peminatan di jurusan kuliah-ku dulu. Tapi ada passion di situ yaitu BELAJAR!

Setelah berjalan hampir empat tahun ini, semangat ku untuk belajar di bidang ku agak sedikit atau bisa dibilang hilang begitu saja. Training terkadang diadakan di kantor pusat, tapi itu hanya menggerakkan passion-ku untuk belajar sesaat saja. Setelah itu passion itu hilang lagi.Akses internet di kantor sebenarnya sangat terbuka untukku untuk belajar banyak hal, dan yang menguntungkanku adalah aku belajar banyak hal tetapi tidak tentang pekerjaan. Contoh adalah tentang hukum, ekonomi, interior rumah, tanaman, teknologi terbaru, fashion dll.

Setelah aku renungkan lagi hal apa yang dulu bisa menggerakkan aku untuk belajar adalah adanya tantangan. Awal aku bekerja aku tertantang untuk menaklukan pekerjaan ini, karena pertanyaan customer tentang teknis yang belum sepenuhnya aku mengerti, karena aku ingin expert di bidang ini sehingga kenaikan level cepat aku raih. Entah kenapa semua itu bisa luntur.

Aku sendiri bukannya tidak mempunyai jawaban karena memang cuma aku yang mengerti tentang hidup yang aku jalani. Project dari customer company yang mandeg adalah salah satu jawaban. Di sisi lain, realita hidup dimana saat ini aku menyadari bahwa orang dewasa punya tanggung jawab dalam hidupnya yang membuat kita harus berpikir dan mempertimbangkan banyak hal, sehingga passion untuk belajar hilang karena dalam sehari otak sudah full terisi banyak hal.

Saat ini aku sedang mengumpulkan segala konsentrasi untuk dapat mengembalikan passion untuk belajar. Waktu yang luang sekarang ini seringnya membuat aku terlena, layaknya otak yang sudah sering berpikir menjadi malas berpikir karena absennya tantangan kerja. Aku sekarang tertantang untuk memunculkan tantangan agar passion itu muncul.